ANTISIPASI KEJAHATAN (BERMODUS) HIPNOTIS

kejahatan-hipnotis

Bagi anda yang hendak bepergian atau terbiasa berada di tempat-tempat keramaian agar selalu berhati-hati karena kejahatan ada dan mencari mangsa di sekitar kita. Salah satu jenis kejahatan yang sering dilaporkan menimpa orang-orang yang tengah berada di keramaian, misalnya pasar, terminal, atau tempat lainnya adalah kasus kejahatan yang dikatakan bermodus hipnotis.

Sebelum saya menjabarkan bagaimana para “penjahat hipnotis” beraksi, bagaimana seseorang bisa terkena hipnotis,  serta bagaimana antisipasi yang dapat kita lakukan agar terhindar dari kejahatan hipnotis; ada baiknya kita membaca terlebih dahulu beberapa kutipan kasus penipuan yang menimpa para korban yang diceritakan sebagai korban kejahatan hipnotis berikut ini.

A. KASUS-KASUS “KEJAHATAN HIPNOTIS”

Kasus 1 : Terjadi di Jakarta pada Bulan April 2015

Belum lama ini seorang warga menjadi korban kejahatan hipnotis dengan modus pengobatan alternatif sehingga dikabarkan mengalami kerugian hingga Rp. 2 Miliar. (Sindonews : Ini Modus Kejahatan Hipnotis Melalui Pengobatan Alternatif).

Kasus 2 : Terjadi di Jakarta 9 Juni 2015

Berita dari News.Detik.com:

Kejahatan Hipnotis, Perempuan ini Kehilangan US$ 4 ribu dan Perhiasan di Glodok.

Sie Tjoe Tauh (61) tidak kuasa menahan sedih setelah mengetahui uang US$ 4 ribu dan perhiasan emas miliknya telah hilang di Kawasan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat. Dirinya mengaku seperti dihipnotis ketika ada beberapa orang menawarkan obat sehat.

Kasus 3 : Terjadi di Banten tahun 2014

Berita dari Radar Banten : Sekali Tepuk Korban Linglung

Adalah ER (35), warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Dia mengaku, pernah menjadi korban hipnotis pada 30 Agustus 2014. Pemilik warung sembako ini kehilangan modal dagang sebesar Rp2 juta. “Uang untuk belanja warung diambil semuanya,” jelas ER saat ditemui Radar Banten di rumahnya, Rabu (25/2).

Pelaku, kata ER, merupakan seorang wanita muda. Penampilannya modis bak orang kaya. Wanita itu sangat percaya diri ketika beraksi. Kasus ini dialami ER di siang bolong, ketika warungnya ramai. “Orang itu sudah profesional,” nilai ER.

Berita selengkapnya silakan dibaca pada link masing-masing kasus.

Ada banyak kasus-kasus kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis yang dapat kita baca dari pemberitaan-pemberitaan media ataupun mungkin dari cerita-cerita mereka yang pernah menjadi korban.  Namun dari tiga kasus tersebut mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran darinya.

B. BAGAIMANA SESEORANG BISA TERHIPNOTIS ?

Akan sangat panjang jika dijelaskan di sini tentang prinsip-prinsip kerja hipnotis, tetapi secara singkat saya uraikan apa sebenarnya kondisi hipnotis itu dan bagaimana bisa seseorang terhipnotis.

Kondisi hipnosis secara sederhana bisa kita katakan sebagai suatu kondisi dimana seseorang berada pada level kesadaran antara tidur dan terjaga, atau saat seseorang berada pada suatu kondisi yang sangat terfokus pada satu hal sehingga cenderung mengabaikan hal lainnya. Pada pengukuran gelombang otak dengan alat Electro Enchelopalo Graph (EEG), diketahui bahwa dalam kondisi hipnosis, gelombang otak seseorang berada pada dominan gelombang alfa atau tetha.  Dalam kondisi ini pikiran kritis seseorang menjadi kurang aktif atau bahkan “tidur”, dan orang tersebut menjadi sangat terbuka pada sugesti.  Artinya, orang tersebut menjadi lebih mudah untuk diberikan sugesti atau perintah (terhipnotis).

Penekanan pada pikiran kritis disini untuk menujukkan bahwa cara untuk membuat seseorang terhipnotis adalah dengan mengupayakan agar pikiran kritisnya menjadi lemah, kurang aktif, atau non aktif (tidur).

Mengapa pikiran kritisnya harus dilemahkan atau dibuat non aktif (tidur)? Karena pikiran kritis inilah yang menyaring segala informasi dan juga sugesti (perintah) sebelum bisa diterima dan dieksekusi.

Orang yang pikiran kritisnya dalam keadaan terjaga dan siaga akan menyaring segala informasi, sugesti atau perintah yang diterimanya, sehingga tidak begitu saja menerima atau menuruti perintah atau sugesti yang diberikan.  Ketika pikiran kritisnya masih bekerja dengan sempurna, para korban (seperti dalam berita di atas tadi) tentu tidak akan mau begitu saja menyerahkan uang atau hartanya atau diajak kesana-kemari sesuai kemauan para pelaku.  Pikiran kritisnya akan menolak sugesti dan perintah yang diberikan, sehingga para pelaku tidak akan bisa memperdayainya.  Namun ketika pikiran kritisnya telah dilumpuhkan dan dibuat non-aktif, maka korban menurut saja apa yang diperintahkan oleh para pelaku.

Tetapi, kan para korban tidak tertidur?

Betul, para korban sama sekali tidak tidur. Bahkan mereka dapat mengingat rangkaian peristiwa saat dirinya menyerahkan harta dan mengikuti ajakan pelaku. Artinya para korban berada dalam kondisi terjaga dan sadar tetapi tidak bisa menolak. Lagipula, siapa yang bilang bahwa hipnotis sama dengan tidur? Kalaupun ada yang tertidur, seperti yang saya uraikan tadi, adalah pikiran kritisnya sehingga dia tidak lagi bisa menolak apa yang diperintahkan padanya.

C. BAGAIMANA PENJAHAT HIPNOTIS BEKERJA ?

Sebenarnya saya tidak terlalu percaya bahwa para pelaku penipuan (kasus kejahatan hipnotis digolongkan ke dalam kejahatan penipuan karena belum ada pasal khususnya), yang dikatakan sebagai “penjahat hipnotis”, adalah mereka yang memang menguasai keilmuan hipnotis. Saya tidak membantah bahwa mungkin memang ada yang secara khusus belajar ilmu gendam untuk melancarkan aksi kejahatannya, tetapi dari beberapa kasus, yang katanya kejahatan hipnotis, sebenarnya adalah murni penipuan belaka yang pelakunya tidak mempelajari keilmuan hipnotis. Itulah sebabnya saya menyertakan tanda kutip dalam menyebut kejahatan hipnotis.

Tapi karena secara keilmuan hipnotis apa yang terjadi pada para korban dapat dikatakan bahwa mereka “terhipnotis”, maka saya pun menggunakan juga istilah kejahatah hipnotis dalam kasus ini.

Jadi, bagaimana para penjahat hipnotis ini bekerja ?

Seperti pada uraian di atas, kita akan terhipnotis manakala pikiran kritis kita menjadi lemah atau non aktif, sehingga kemampuan kita untuk berpikir kritis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Bagaimana para penjahat hipnotis membawa kita ke dalam kondisi tersebut ?

  • Iming-iming. Ini adalah yang paling sering dilakukan. Sudah menjadi sifat alami kita menyukai dan mengejar sesuatu yang menyenangkan atau menguntungkan bagi kita. Dalam beberapa hal kita bahkan cenderung memiliki sifat “serakah” dan ingin menguasai keuntungan sebanyak-banyaknya. Disinilah kepandaian para pelaku dalam memanfaatkan sifat kita tersebut. Mereka akan melontarkan berbagai bujukan dan rayuan bahwa kita akan mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu, misalnya uang, benda berharga, kesenangan, kesehatan, kekayaan, ketenaran, kecantikan, bahkan kesaktian. Apapun yang umumnya sangat kita inginkan untuk dapat atau miliki bisa saja digunakan oleh para pelaku untuk membujuk dan merayu kita.   Dengan pandainya mereka mengeluarkan bujuk-rayu, sehingga kita yakin dan percaya kepada mereka bahwa mereka bisa memberikan atau mewujudkannya. Itulah tujuan mereka, yaitu mendapatkan keyakinan dan kepercayaan kita. Setelah itu mereka akan menggiring kita untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

Dalam aksinya para pelaku biasanya tidak bekerja seorang diri tetapi dilakukan oleh beberapa orang atau berkelompok. Ada yang bertugas sebagai “pembuka”, ada yang bertugas sebagai pemancing atau yang meningkatkan minat dan keyakinan kita. Contoh ketika ada yang menceritakan tentang kehebatan seorang tabib atau orang pintar, kemudian ada satu orang lagi (seolah tidak saling kenal) yang membenarkan ucapannya, lalu ada satu orang lagi (juga seolah tidak saling kenal) yang memperkuat ucapan orang pertama, sehingga timbul keyakinan dalam diri kita akan kebenaran ucapannya. Kita menjadi sangat yakin dan percaya sehingga pikiran kritis kita menjadi lemah dan mereka akan dengan mudah memperdaya kita.

  • Menakut-nakuti (Ancaman).  Ini juga sering dilakukan oleh para pelaku.  Mereka akan mengatakan hal-hal yang membuat kita merasa takut jika tidak melakukan seperti apa yang mereka katakan.  Misalnya dikatakan bahwa di dalam diri kita ada unsur negatif yang bersemayam dan membuat kita selalu dihinggapi masalah atau kesialan.  Jika kebetulan kita memang tengah menghadapi banyak masalah dan percaya pada apa yang mereka katakan, selanjutnya mereka tinggal menggiring kita untuk melakukan apa yang mereka inginkan.  Dalam contoh kasus yang pertama (Kasus 1) ini juga dilakukan oleh para pelaku ketika mereka meminta korban mengumpulkan hartanya dalam kantung kresek dan melakukan ritual tertentu di dalam mobil.

Jika kita pernah mendengar ada korban dukun cabul yang melakukan perbuatan asusila terhadap seorang perempuan, dengan alasan melakukan pengusiran unsur negatif dari dalam dirinya, maka modus ini sebenarnya sama dengan apa yang menimpa pada korban dalam kasus pertama.

  • Emosi dan Kepercayaan (Nilai-nilai).  Pada kasus 3 pada pemilik warung di Banten, pelaku memang bertindak seorang diri tetapi dia pandai menampilkan dirinya sebagai sosok yang dipercaya oleh si pemilik warung.  Simaklah pernyataan si pemilik warung yang mengatakan bahwa pelaku turun dari sebuah sedan, berpenampilan sangat modis dan seperti orang kaya.  Disamping itu pelaku juga mengatakan bahwa dirinya hendak menyumbangkan sembako dan sejumlah uang kepada anak yatim.

Disini pelaku dengan pandainya menampilkan diri sehingga si pemilik warung percaya bahwa dia adalah seorang yang memiliki banyak uang: turun dari mobil sedan dan berpenampilan modis layaknya orang-orang kaya serta hendak belanja dalam jumlah banyak.

Emosi korban juga tersentuh dengan pernyataan pelaku yang akan menyumbangkan beras dan uang untuk anak yatim.  Mungkin timbul rasa kekaguman dalam diri korban dan keyakinan bahwa pelaku adalah orang yang baik atau mulia. Ini adalah modal yang sangat besar bagi pelaku untuk menggiring korban, bahkan sekalipun pelaku mengaku tidak membawa uang tunai, korban masih percaya saat pelaku mengatakan ingin menarik uangnya dari ATM.

Emosi merupakan salah satu faktor yang sangat kuat yang dapat membawa seseorang masuk ke dalam kondisi hipnosis atau mengikuti sebuah sugesti.  Bayangkan ada orang yang tidak anda kenal tiba-tiba meminta anda sejumlah uang, kemungkinan besar anda tidak akan mau memberikannya. Tetapi jika orang yang datang tersebut adalah seorang perempuan, sambil menggendong bayi, dengan cucuran air mata yang berlinang, dan mengatakan bahwa anaknya sedang sakit, suaminya meninggalkannya, dia hidup tanpa sanak saudara dan dia sangat membutuhkan uang untuk membawa anaknya berobat ke dokter.

Apa yang mungkin anda rasakan? Anda akan merasa sangat iba, dan emosi anda terdorong untuk membantu si ibu yang malang itu. Anda mungkin akan menyerahkan uang anda padanya karena anda merasa sangat iba dan ingin menolong. Disini emosi anda tersentuh dan jika emosi yang muncul sedemikian kuatnya, maka anda kemungkinan tidak hanya menyerahkan sejumlah uang yang dimintanya, anda mungkin akan melakukan hal-hal lain yang diinginkannya. Inilah yang sering coba dimainkan oleh mereka-mereka, yang memanfaatkan rasa iba dan keinginan menolong orang lain, untuk mengambil keuntungan. Ini pun sebenarnya merupakan sebuah proses hipnotis, meskipun mungkin tidak ada unsur penipuan di dalamnya.

Bagaimana dengan tepukan dibahu? Itu adalah trik untuk mengejutkan korban, karena pada saat terkejut pikiran kritis seseorang menjadi blank untuk sesaat dan ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk memberikan perintah kepada korban untuk menyerahkan uang. Inilah yang membuat pikiran kritis korban yang semula sempat mulai bekerja akhirnya menjadi lemah kembali. Disamping itu, selama ini telah tertanam di dalam keyakinan masyarakat bahwa orang bisa terkena hipnotis salah satunya ketika pundaknya ditepuk atau karena tatapan mata si penghipnotis.

Kepercayaan ini, tanpa disadari, mungkin saja telah tertanam di dalam pikiran bawah sadar si pemilik warung, sehingga ketika pelaku menepuk pundak dan menatap tajam kepadanya sambil memberikan sugesti, dia percaya bahwa dirinya telah terhipnotis dan menuruti apa yang diperintahkan kepadanya.  Ini soal belief (kepercayaan) yang berkembang dan tertanam.  Ini juga bisa memberikan pengaruh terhadap kemungkinan orang terhipnotis dengan tepukan dan tatapan tajam.

  • Membingungkan. Saat pikiran kita dipaksa untuk memikirkan banyak hal dalam satu waktu maka pikiran kita, ibarat sebuah komputer atau gadget, akan mengalami hang (tidak dapat bekerja).  Kita akan mengalami kondisi kebingunan yang akhirnya membuat pikiran kritis kita untuk beberapa saat menjadi lemah dan non aktif.  Pelaku akan membombardir kita dengan pertanyaan-pertanyaan atau perkataan dan tingkah laku yang membuat kita menjadi bingung atau panik.  Meski ini hanya beberapa saat saja tetapi sudah cukup bagi pelaku untuk memasukkan sugestinya ke dalam pikiran kita sehingga kita kemudian akan mengikuti segala apa yang dikatakannya.  Pada contoh kasus 1 ini jugalah yang diterapkan oleh para pelaku: satu orang bertanya tentang alamat seorang pengobat alternatif dan entah ucapan apa lagi yang dikatakannya, belum beres dengan pelaku pertama korban didatangi lagi oleh pelaku ke dua yang menanyakan hal yang mirip dengan pelaku pertama.  Belum lagi selesai dengan kedua pelaku muncullah pelaku ke tiga yang seakan-akan sebuah berkah bagi mereka.  Kondisi ini tentu saja mengherankan dan untuk sesaat membuat korban merasa kebingungan, dan itu sudah cukup bagi para pelaku untuk memperdayanya.
  • Pembiusan. Beberapa korban pernah melaporkan bahwa dirinya kehilangan kesadaran beberapa saat setelah menerima minuman yang ditawarkan seseorang yang duduk di sebelahnya ketika menumpang sebuah bus antar kota. Saat dirinya tersadar semua barang-barang berharga yang dibawanya raib entah kemana.

Pernah juga dilaporkan seseorang yang kehilangan kesadaran beberapa saat setelah ada yang menghembuskan asap rokok ke arahnya. Dan, lagi-lagi korban kehilangan barang-barang berharganya.

Kasus-kasus seperti itu sebenarnya memang bukanlah kasus penipuan atau kejahatan hipnotis, tetapi itu mungkin saja terjadi pada kita. Kasus seperti itu pernah dilaporkan sebagai kejahatan hipnotis karena korban merasa terkena hipnotis melalui minuman atau rokok yang diyakini telah dimantra-mantrai. Belakangan terbukti bahwa minuman tersebut telah diberikan semacam obat bius, dan rokok yang digunakan juga telah disisipi bahan dari tanaman tertentu yang bisa membuat orang kehilangan kesadaran.

D. MENGANTISIPASI KEJAHATAN HIPNOTIS

Setelah anda membaca uraian yang panjang lebar tentang hipnotis dan bagaimana penjahat hipnotis bekerja, tentu akan lebih mudah bagi anda memahami bagaimana mengantisipasi kejahatan-kejahatan penipuan yang bermodus hipnotis. Sebagai tambahan, berikut saya bagikan tips untuk menghindari diri dari menjadi korban kejahatan hipnotis:

  1. Dimanapun anda berada, termasuk di tempat umum dan terbuka, selalu bersikaplah waspada. Anda mungkin berada di tempat yang ramai dan banyak orang di sekitar anda, tetapi itu bukan berarti bahwa anda akan bebas dari ancaman penjahat hipnotis. Anda mungkin tidak pernah menduga bahwa seseorang yang berpenampilan jauh dari kesan “penjahat” ternyata adalah penjahat yang sesungguhnya. Penjahat hipnotis bisa menampilkan diri sebagai seorang yang sopan, perlente, cantik, modis, bahkan seperti layaknya seorang ustadz atau orang yang “alim”. Justeru itu sengaja mereka tampilkan untuk mengurangi kecurigaan. Mereka juga justeru lebih suka melakukan operasinya di tempat terbuka dan di keramaian dimana orang biasanya akan lebih merasa aman dan kurang waspada. Anda harus selalu waspada dan jangan mudah percaya pada cerita atau bujukan orang lain terutama yang baru anda kenal.
  2. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat. Jangan menanggapi tawaran yang seperti itu sebab anda bisa saja tertarik dan akhirnya terpedaya. Abaikan saja dan tetaplah berpikir kritis. Tidak ada keuntungan besar yang dicapai dengan cara mudah dalam waktu yang singkat. Jika ada yang mengatakan itu pada anda, maka anda patut curiga orang itu memiliki niat yang tidak baik. Segera abaikan dan tinggalkan orang tersebut.
  3. Niat menolong sesama tentulah suatu perbuatan yang mulia, tetapi jangan sampai niat mulia anda justeru malah menjerumuskan anda. Sekali lagi tetaplah berpikir kritis. Anda tahu kemana seharusnya bila ada seorang yang tidak anda kenal menyatakan dalam keadaan darurat dan sangat membutuhkan bantuan. Anda bisa menyarankan padanya menghubungi petugas atau pihak terkait lainnya, misalnya polisi. Ini bukan berarti anda tidak memiliki kepedulian sosial, tetapi anda bisa menyalurkannya dengan cara yang tepat.
  4. Berhati-hatilah jika ada beberapa orang yang mengajukan pertanyaan yang terkesan aneh atau membingungkan, atau pertanyaan yang diajukan oleh sekelompok orang. Mungkin saja mereka tengah berusaha membuat anda bingung dan akhirnya terkena pengaruh mereka. Usahakan dengan cara yang baik segera menghindar dan mengakhiri pembicaraan dengan mereka.
  5. Berlatihlah untuk selalu mampu mengendalikan diri anda dalam situasi apapun termasuk ketika anda menemukan atau mendapat perlakuan yang mengejutkan dari orang lain. Para penjahat hipnotis sering melakukan sesuatu yang membuat anda terkejut dan bingung, misalnya dengan menepuk pundak anda lalu berpura-pura mengenal anda dan meminta anda menebak-nebak siapa dirinya. Sibukkan diri dan pikiran anda dengan hal lain dan abaikan saja permainannya. Jika memungkinkan segeralah menjauh dan menghindar darinya.
  6. Jika anda mendapati atau merasakan situasi atau orang yang mencurigakan, usahakan untuk berpindah ke tempat yang anda rasa lebih aman, misalnya mendekati petugas keamanan yang tengah berjaga atau tempat lain yang lebih aman menurut anda.
  7. Bagi anda yang latah usahakan jangan bepergian sendirian. Mintalah seseorang dewasa yang anda percayai untuk menemani anda. Orang yang memiliki sifat latah akan lebih rentan menjadi korban kejahatan hipnotis. Demikian juga dengan wanita. Wanita akan lebih rentan menjadi korban kejahatan hipnotis, karena itu sebaiknya tidak bepergian sendirian agar anda lebih aman dari kemungkinan menjadi korban.
  8. Tips penting lainnya adalah : Jangan memakai perhiasan yang mencolok yang dapat memancing kejahatan kepada anda, jangan sering melamun atau terlihat seperti orang bingung atau kehilangan arah, tampillah dengan selalu percaya diri dimanapun anda berada namun jangan berlebihan, selalu jaga fokus dan konsentrasi diri anda, selalu berpikir kritis dan jangan mudah terpancing emosi.
  9. Bentengi diri anda dengan melatih kekuatan pikiran dan pemahaman tentang keilmuan hipnotis agar anda lebih paham bagaimana membentengi diri dari kemungkinan terkena pengaruh hipnotis dari orang yang tidak anda kehendaki.

    Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan.

========================================================================

Bagi anda yang ingin :

  • Menyelesaikan masalah yang terkait dengan penyakit hati / pikiran,
  • Menyembuhkan penyakit psikosomatik,
  • phobia,
  • Melepaskan diri dari kecanduan atau ketergantungan
  • Menanamkan keyakinan diri dan motivasi,
  • Membangkitkan emangat hidup,
  • Menghapus rasa sakit akan kenangan masa lalu (move on), dan lain-lain
  • Mempelajari keilmuan hipnotis dan hipnoterapi
  • Memperdalam keilmuan hipnotis dan hipnoterapi

Anda dapat menghubungi kami melalui :

  • Call / SMS : 0822-9957-4948
  • Line / Whatsapp : 0812-4945-5398
  • Blackberry Messenger (BBM) : 76456D88
  • E-mail : mohtoha70@yahoo.com