Banyak Ilmu dan Informasi Gratis, Masih Perlukah Belajar Hipnotis Langsung?

 

Informasi mengenai apa itu hipnotis dan hipnoterapi sudah begitu mudah kita jumpai di situs-situs yang mengkhususkan diri pada hipnotis-hipnoterapi, seperti yang saat ini tengah anda kunjungi.  Anda bisa mempelajari berbagai hal tentang hipnotis di situs-situs tersebut.  Anda bahkan bisa menemukan penjabaran tentang bagaimana melakukan proses hipnotis, baik berupa artikel-artikel maupun video-video tutorial hipnotis.   Sangat mudah bisa anda temukan di channel seperti youtube atau link-link video lainnya tentang bagaimana melakukan proses hipnotis.

Dari situ anda tentunya bisa belajar tentang hipnotis dan bagaimana melakukan proses hipnotis kepada orang lain.  Banyak artikel dan video yang bisa anda pelajari, sehingga anda bisa saja menjadi seorang penghipnotis dengan berbekal itu semua.

Kalau begitu, masih perlukah anda belajar hipnotis langsung kepada orang atau lembaga pelatihan hipnotis?  Bukankah dengan membaca artikel-artikel dan menonton videonya saja anda sudah bisa menjadi seorang penghipnotis?  Lalu untuk apa lagi belajar langsung pada para trainer atau lembaga pelatihan, dimana anda harus mengalokasikan waktu khusus untuk belajar, dan tentunya biaya yang harus anda keluarkan?

Jawabannya berpulang pada anda sendiri.  Seberapa inginnya anda bisa menguasai keilmuan hipnotis dan seberapa dalam pengetahuan tentang hipnotis yang ingin anda kuasai?

  1. Jika anda merasa cukup dengan membaca artikel dan menonton videonya saja, maka anda tidak perlu lagi belajar langsung kepada para trainer atau lembaga pelatihan hipnotis.  Toh anda sudah cukup tahu dengan itu saja.  Lagipula, para trainer dan lembaga pelatihan itu kan hanya mengajarkan keilmuan hipnotis secara lebih lengkap dan lebih mendalam, yang mungkin tidak bisa anda temukan di artikel-artikel dan video yang anda tonton.
  2. Para trainer dan lembaga pelatihan itu, selain memberikan materi dan penjabaran, juga bertugas membimbing anda untuk lebih memahami berbagai hal tentang keilmuan hipnotis.  Sebab mayoritas orang yang sudah membaca berbagai artikel dan menonton berbagai video masih juga kesulitan untuk memahami dengan lebih baik lagi.  Kalau anda sudah merasa sudah cukup menguasai tanpa mereka, sebaiknya anda tidak usah lagi belajar langsung pada mereka.
  3. Para trainer hipnoterapi pada umumnya juga merupakan praktisi hipnoterapi.  Artinya, selain memiliki banyak pengalaman dalam memberikan bimbingan dan pelatihan, mereka juga telah banyak mempraktekkan hipnotis dan keilmuan hipnoterapi dalam menangani berbagai kasus terkait dengan hipnoterapi.  Biasanya mereka akan membagikan tips dan pengalaman mereka kepada peserta yang mengikuti pelatihan, dan ini memang hanya bisa dibagikan kepada peserta yang belajar langsung.  Jika anda merasa tidak memerlukan itu, yang penting cukup tahu dan sekedar bisa saja, anda tidak perlu juga belajar langsung kepada para trainer.
  4. Biasanya para trainer atau lembaga yang memberikan pelatihan secara resmi akan memberikan sertifikat kepada anda, sebagai pengakuan bahwa anda telah belajar hipnotis dan memahaminya.  Sertifikat ini bisa menjadi penguat keyakinan terhadap anda, juga bisa digunakan sebagai “bukti kompetensi” anda.  Mereka juga biasanya memiliki semacam ikatan alumni yang akan saling berbagi pengalaman dan pemahaman kepada sesama alumni.  Tentunya ini akan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan anda di bidang hipnotis/hipnoterapi.  Namun jika andapun tidak membutuhkan itu, anda juga tidak perlu belajar langsung kepada para trainer atau lembaga pelatihan hipnotis/hipnoterapi.

Nah….apakah anda akan belajar hipnotis / hipnoterapi dari sumber-sumber di situs-situs internet yang gratisan, ataukah kepada para trainer atau lembaga pelatihan resmi yang terpercaya (yang tentu saja dengan membayar biaya pelatihan), semua itu tergantung kepada anda.

Saya lebih memilih untuk belajar langsung kepada para trainer atau lembaga pelatihan resmi yang terpercaya, sekalipun saya harus membayar.  Saya tidak merasa biaya itu sebagai kerugian (karena ada sumber yang gratis), melainkan menganggapnya sebagai investasi.  Sebab tidak ada nilai yang pantas untuk sebuah ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya.  Ilmu itu tidak ternilai, malah.

Tetapi ada beberapa orang yang lebih memilih mencari sumber-sumber yang gratisan, yang penting tahu dan bisa, bahkan jika itu hanya sekedar tahu dan sekedar bisa saja.  Ya itu sah-sah saja, karena setiap orang tentu berhak memilih apa yang memang dirasa pantas dan layak untuk dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *