Hipnoterapi Untuk Kesuburan

Memiliki keturunan merupakan salah satu tujuan dari sebuah perkawinan. Namun tidak semua pasangan yang telah menikah mendapatkan karunia berharga itu disebabkan oleh berbagai faktor, baik medis maupun non medis.

ingin hamil

Hipnoterapi untuk kesuburan merupakan terapi untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Ini  merupakan terapi yang dapat anda ikuti, terutama bagi anda yang secara medis tidak ditemukan adanya sebab yang pasti mengapa anda belum juga dikarunia keturunan, atau terapai penyerta bagi anda yang tengah menjalani program terapi kesuburan.

Banyak pasangan yang telah menikah sekian waktu lamanya namun belum juga dikarunia keturunan, padahal berbagai upaya telah ditempuh termasuk mengikuti program-program kehamilan. ini tentunya dapat membuat seseorang mengalami tekanan mental apalagi setiap kali selalu menerima pertanyaan “kapan punya momongan?”

Banyak juga diantara pasangan yang telah dikarunia anak pertama namun ternyata hingga kini anak kedua yang diharapkan belum juga didapatkan.

Jika anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami hal yang sama, maka mungkin anda dapat mengikuti program hipnoterapi untuk kesuburan sebagai upaya pelengkap anda dalam rangka segera memperoleh keturunan atau mendapatkan momongan baru.

Bagaimana Hipnoterapi Bisa Digunakan Untuk Program Kesuburan ?

Banyak hal di dalam pikiran bawah sadar yang mungkin sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembuahan, sehingga mempersulit anda untuk segera mendapatkan momongan. Hipnoterapi akan membantu anda menyingkirkan program-program penghalang dalam pikiran bawah sadar anda, program-program yang menghalangi niat anda untuk segera mendapatkan momongan baru.

Apa saja sebenarnya yang mempengaruhi kesuburan sehingga hipnoterapi dapat diterapkan untuk mengembalikan kesuburan dan meningkatkan peluang keberhasilan proses pembuahan?

Di luar primary infertility, yaitu ketidaksuburan karena adanya gangguan fungsi dan struktur organ reproduksi sebagai kelainan bawaan, akibat dari penyakit atau infeksi dan perubahan struktur organ reproduksi, ada juga yang disebut dengan secondary infertility.

Secondary infertility terjadi sebagai akibat adanya gangguan psikis yang mempengaruhi kinerja sistem hormonal dalam tubuh.  Gangguan psikis itu meliputi  stress, kecemasan, trauma dan juga mental block.  Gangguan-gangguan psikis itulah yang pada akhirnya berdampak pada fungsi organ reproduksi, yang menyebabkan seorang wanita menjadi sulit untuk hamil atau mengalami ketidak suburan.

Dalam kasus secondary infertility kita dapat melakukan penanganan bahkan tanpa adanya tindakan atau intervensi medis.  Ini karena ketidak suburan terjadi bukan karena masalah-masalah medis tetapi lebih kepada masalah-masalah psikologis.  Namun, pada kasus primary infertility pun tetap membutuhkan bantuan penanganan secara psikologis karena kesiapan secara mental dan emosional juga dibutuhkan.

Masalah-masalah psikologis yang dapat menjadi penyebab terjadinya ketidak suburan (infertility) diantaranya adalah :

takut

  • Stress
  • Kecemasan
  • Trauma psikis menyangkut seksual dan kehamilan
  • Nilai atau persepsi tentang hubungan antar lawan jenis
  • Konflik rumahtangga atau perasaan terhadap pasangan
  • Kekhawatiran tentang kehamilan itu sendiri
  • Kekhawatiran akan proses melahirkan
  • Kekhawatiran tentang bentuk tubuh saat hamil dan pasca melahirkan anak
  • Kekhawatiran tentang pengasuhan anak
  • Selftalk atau sugesti negatif dari diri sendiri tentang kehamilan

Masalah-masalah psikologis seperti itu akan membuat pikiran bawah sadar mempengaruhi fungsi atau kinerja sistem hormonal tubuh yang berdampak pada terganggunya sistem reproduksi, sehingga akan menghambat terjadinya pembuahan dan kehamilan.  Kita tahu bahwa ada saling keterkaitan antara tubuh dan pikiran, sehingga masalah-masalah yang ada di dalam pikiran akan sangat berpengaruh terhadap masalah dan fungsi-fungsi tubuh.

Stress dan kecemasan, misalnya, akan membuat tubuh memproduksi hormon stress (katekolamin dan kortisol).  Peningkatan kadar hormon ini selanjutnya akan mempengaruhi sistem hormonal tubuh lainnya sehingga selanjutnya mempengaruhi pelepasan hormon LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Folicle Stimulating Hormone) yang sangat penting bagi proses reproduksi.  Jadi apabila stress dan kecemasan itu berlangsung dalam waktu yang panjang, maka sangat berpengaruh terhadap kesuburan seseorang.

Adanya mental block di dalam diri, baik itu mengenai ketidak mampuan untuk hamil, ketidak mampuan ataupun ketidak pantasan menjadi seorang ibu, sangat mungkin merupakan salah satu faktor ketidak suburan.  Demikian juga pandangan-pandangan mengenai pengasuhan anak, bahkan hubungan antar suami-isteri juga dapat menjadi faktor penghalang.

Itulah yang kemudian melahirkan gagasan penggunaan hipnoterapi untuk mengatasi gangguan-gangguan fertilitas. Melalui hipnoterapi, masalah-masalah psikologis yang ada akan dapat teratasi, selanjutnya anda akan mempercayakan tubuh anda untuk berfungsi sesuai dengan yang semestinya.

Faktor-faktor penghalang terjadinya pembuahan mungkin saja ada pada diri sang isteri, atau mungkin juga pada diri sang suami, atau mungkin juga keduanya.  Karena terjadinya pembuahan tidak hanya ditentukan oleh isteri atau suami saja, melainkan keduanya memiliki peran yang sama.  Itulah sebabnya penanganan hal ini biasanya melibatkan kedua pihak, yaitu suami dan isteri.