GAGAL INDUKSI HIPNOTIS

Kegagalan Induksi Hipnotis.

Pernah mengalami kegagalan dalam melakukan induksi hipnotis atau gagal dalam melakukan hipnotis ?

Jika anda melakukan test suggestibilitas,  tentu hal yang lumrah bagi seorang hipnotist mengalami bahwa subjek ternyata tidak sugestif atau tidak mengikuti sugesti yang anda berikan.
Saya. bahkan pernah mengalami dimana subjek yang disaat uji sugestibilitas tampaknya sugestif dan mampu mengikuti sugesti yang diberikan, tetapi tidak berhasil dibuat “tidur” dengan induksi shock.

Mengapa itu bisa terjadi?

Pada saat uji sugestibilitas memang lumrah terjadi, karena tidak semua orang masuk dalam kategori suggestif pada tingkatan dan teknik tertentu.  Tetapi ketika subjek yang pada uji sugestibilitas menunjukkkan sebagai subjek yang suggestif, ternyata tidak bisa saya “tidurkan” dengan shock induksi. Mengapa? Itu pertanyaan saya pada waktu itu.

Pada kasus yang saya alami, setelah melakukan evaluasi, ternyata ada beberapa kesalahan yang saya lakukan yang mungkin menjadi penyebab.

  • Saya meninggalkan subjek beberapa untuk sesuatu yang bersifat penting dengan seseorang saat itu. Saya meninggalkan subjek dan lantas karena terlalu yakin bahwa subjek pasti akan bisa diinduksi. Hal yang saya lupakan adalah bahwa subjek mungkin telah mengalami perpindahan state.  Ada jeda waktu yang cukup bagi subjek untuk berpindah dari state pertama kepada state saat induksi dilakukan.  Mungkin level kesadaran subjek telah meningkat dan memunculkan resistensi dalam dirinya setelah dia mengalami kondisi tertentu saat uji sugestibilitas.

    Saat kembali kepada subjek dan hendak melakukan induksi kepadanya, saya kurang memperhatikan kondisinya.  Saya terlalu yakin bahwa subjek masih berada dalam pengaruh sugesti saya di uji sugestibilitas.

  • Saya memaksakan induksi kepada subjek sekalipun subjek sepertinya ada sedikit penolakan untuk mengikuti instruksi yang saya berikan, sehingga ketika saya melakukan shock induction kepadanya dia berusaha “melawan” dan induksi yang saya lakukan kepadanya gagal.

Itu adalah pengalaman pertama saya mengalami kegagalan dalam melakukan induksi hipnotis kepada subjek. Namun itu menjadikan saya lebih memperhatikan berbagai hal sebelum melakukan sebuah proses induksi kepada subjek, baik dengan shock ataupun soft.

Selain dari apa yang saya ceritakan tadi, apa saja umumnya yang menjadikan sebuah proses hipnotis bisa mengalami kegagalan?

Yang perlu kita ingat lagi ialah. ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan sebuah proses hipnotis, diantaranya :

  • Tipe subjek, apakah dia termasuk orang yang masuk dalam kategori mudah, ataukah sulit? Kita tahu bahwa tidak semua subjek adalah orang yang mudah dibawa ke dalam kondisi hipnosis.  Sebagian besar subjek adalah bukan tipe golongan mudah.  Kita tidak bisa menerapkan teknik yang sama pada semua subjek.  Masing-masing perlu penyesuaian.
  • Kondisi subjek dan lingkungan.  Jika subjek berada dalam kondisi yang karena beberapa hal kurang memungkinkan untuk diajak ke dalam kondisi hipnosis, maka sebaiknya kita jangan memaksakan diri.  Kondisi lingkungan juga turut memberikan pengaruh kepada subjek.  Jadi kita mesti pandai-pandai membaca situasi.
  • Waktu dan kesesuaian induksi.  Pastikan bahwa induksi yang kita berikan dalam waktu yang tepat.  Artinya kita telah benar-benar mengamati tanda-tanda trance pada subjek, kesiapan subjek untuk memasuki kondisi hipnosis.  Kita bisa mengamati tanda-tanda trance tersebut dan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan proses induksi kepadanya.  Selain itu, jenis induksi yang kita gunakan juga harus sesuai dengan subjek.  Induksi yang kita terapkan pada subjek golongan mudah tidak bisa kita terapkan pada subjek golongan moderat, apalagi golongan sulit.
  • Dan yang paling menentukan tentu saja adalah proses pra-induksinya.  Kegagalan pada proses ini sangat menentukan terhadap kegagalan proses selanjutnya.

Apakah kegagalan dalam hipnotis itu memalukan?  Ya, jika itu kita lakukan dalam rangka “memamerkan” kemampuan kita dalam melakukan proses hipnotis (menidurkan).  Dan adalah wajar jika kita kemudian merasa malu karena mungkin saja orang akan menilai kita sebagai seorang hipnotis yang “gagal”.  Kita gagal membuat subjek tidur dengan induksi yang kita lakukan.  Tetapi itu dapat menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk memperbaiki metode/teknik/tata cara proses hipnosis kita.

Apakah itu lantas menjadikan kita sebagai seorang hipnotis yang gagal?  Tidak!  Kita tidak gagal sebagai seorang hipnotis, meskipun kita gagal melakukan induksi kepada seseorang.  Dan jika kita kembalikan kepada prinsip bahwa setiap hipnosis adalah self hipnosis, maka sesungguhnya kegagalan itu adalah kegagalan si subjek sendiri.  Dan satu-satunya kegagalan kita adalah dalam menggiringnya.  hehehe…..pembenaran?   Ya, katakanlah begitu.  Tetapi intinya adalah jadikan itu sebagai pembelajaran bagi kita.  Nyatanya, banyak hipnotis juga pernah mengalami hal yang sama.

Kembali ke soal kegagalan induksi, terutama dalam proses terapi hipnosis, maka kita tidak boleh berhenti pada proses sampai disitu.  Kita dapat terus melanjutkan terapi dengan melakukan pendekatan-pendekatan kembali, menghilangkan ketakutan-ketakutan yang ada padanya, dan melakukan penyesuaian teknik induksi dan sugesti yang kita lakukan.

=======================================================================================

Bagi anda yang ingin :

Anda dapat menghubungi kami melalui :