Kita mengenal ada sebutan-sebutan berkaitan dengan keilmuan atau teknik tertentu, yang mampu membuat seseorang seakan kehilangan kesadarannya dan seakan begitu mudah diperintah atau diberikan sugesti tanpa ada penolakan.  Diantaranya yang paling sering kita dengar adalah gendam dan hipnotis.

gendam

hipnotis

Kedua sebutan itu, gendam dan hipnotis, dikatakan memiliki kesamaan dan perbedaan yang akhirnya justeru mengarah kepada kesimpulan bahwa gendam bukanlah hipnotis, atau gendam tidak sama dengan hipnotis.  Benarkah demikian ?

Apa Kata Mereka ?

Mari kita simak ulasan-ulasan atau pendapat-pendapat (singkat saja) dari beberapa praktisi dan mereka-mereka yang mengaku bergelut di bidang keilmuan gendam serta hipnotis.  Ini adalah rangkuman dari beberapa ulasan atau pendapat tersebut.

Persamaan gendam dan hipnotis.

Dikatakan bahwa gendam dan hipnotis sama-sama memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, sehingga orang tersebut mengikuti sugesti atau perintah yang diberikan tanpa penolakan. Sepertinya semua sepakat mengenai hal ini, dan bila ditanyakan apa persamaan antara gendam dan hipnotis, kebanyakan jawaban yang saya dapatkan hanyalah itu saja.

Lalu dimana perbedaannya ?

Perbedaan-perbedaan antara gendam dan hipnotis adalah :

  • Hipnotis dilakukan atas kerjasama antara penghipnotis dan subjek (orang yang dihipnotis).  Hipnotis tidak bisa memaksa.  Artinya, jika subjek menolak, maka dia tidak akan bisa dihipnotis. Ini berbeda dengan gendam yang dapat dilakukan tanpa perlu persetujuan dari subjek (orang yang digendam).  Jadi, hipnotis itu butuh persetujuan dari subjek (orang yang dihipnotis), sedangkan gendam bersifat memaksa tanpa dapat ditolak oleh subjek (korban).
  • Hipnotis adalah ilmu dan seni komunikasi.  Hipnotis dilakukan melalui pendekatan-pendekatan persuasif oleh penghipnotis kepada subjek.  Sedangkan gendam menggunakan kekuatan supranaturan atau mistis, yang diperoleh melalui jalan ritual, puasa, mantra atau pengisian oleh sang guru.
  • Hipnotis digunakan untuk tujuan-tujuan kebaikan, misalnya penanganan masalah-masalah fisik dan mental, pemberdayaan diri, motivasi, dan lainnya.  Sedangkan gendam ditujukan untuk menguasai atau mengalihkan kesadaran orang lain. Gendam adalah ilmu manipulasi kehendak.
  • Karena hipnotis membutuhkan kerjsama dan persetujuan subjek, maka hipnotis tidak dapat digunakan untuk kejahatan.  Sedangkan gendam yang tidak membutuhkan persetujuan dan menggunakan kekuatan supranatural untuk menundukkan dan menguasai kesadaran orang lain, maka gendam dapat digunakan untuk kejahatan.

Itulah rangkuman dari ulasan serta pendapat mereka-mereka yang mengaku bergelut di bidang keilmuan hipnotis serta gendam.

Kesimpulan dari ulasan dan pendapat-pendapat tersebut adalah Gendam Bukan Hipnotis.

Kembali ke pertanyaan awal: benarkah demikian?  Benarkah gendam bukan hipnotis? atau Benarkah gendam berbeda dengan hipnotis?

Bagi mereka yang percaya dan berpegang teguh bahwa gendam bukanlah hipnotis, tentu akan tetap berpendapat demikian.  Tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa gendam dan hipnotis itu sama.  Artinya, apa yang dilakukan dalam proses gendam sesungguhnya adalah proses hipnotis.

Bagaimana dengan kebutuhan persetujuan dan kerjasama subjek dalam proses hipnotis ?

Dalam proses hipnotis formal, misalnya untuk tujuan terapi atau juga pertunjukkan, memang subjek mengetahui dan menyetujui dirinya akan dihipnotis.  Atau katakanlah subjek berhasil dirayu sehingga bersedia untuk dihipnotis.  Tetapi hipnotis tidak mesti seperti itu.

Kita mungkin pernah mendengar ada istilah-istilah formal hypnois, direct hypnosis, informal hypnosis, indirect hypnosis, sleep hypnosis, waking hypnosis, serta overt  dan covert hypnosis.  Semua istilah itu mengacu pada bagaimana proses hipnotis dilakukan, teknik-teknik yang digunakan, serta bagaimana kondisi yang dialami subjek.  Apakah hipnotis dilakukan secara terbuka (terang-terangan) atau terselubung, secara langsung atau tidak langsung, formal atau tidak, dan dengan kondisi subjek yang tidur atau dalam keadaan terjaga.   Semua bisa dilakukan dan dapat menghasilkan efek hipnosis pada subjeknya.

Jadi, bila dikatakan bahwa hipnotis hanya bisa dilakukan atas pengetahuan dan persetujuan subjek, sebenarnya kita bisa melakukannya tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.  Tentu dengan teknik-teknik yang berbeda dengan yang sering ditampilkan dalam pertunjukkan hipnotis atau dalam terapi hipnotis.

Juga bila dikatakan bahwa teknik gendam hanya dapat dilakukan dengan bantuan kekuatan mantera atau kekuatan supranatural, kita pun dapat melakukannya dengan teknik yang sama tapi tanpa menggunakan mantera atau bantuan kekuatan supranatural.  Kita tidak perlu  melakukan semua ritual-ritual mistik, puasa, dan sebagainya yang harus ditempuh dalam penguasaan gendam.  Sebab dengan teknik dan pemilihan subjek yang tepat kita bisa menciptakan efek yang sama dengan tanpa mantera dan ritual sama sekali.

Di sini kita bisa mengatakan bahwa Gendam Adalah Hipnotis.

Ada bantahan bahwa gendam itu banyak macamnya.  Diantaranya adalah gendam yang menggunakan mantera dan kekuatan supranatural, serta ada gendam yang menggunakan teknik komunikasi.

Okelah…..saya juga tidak perlu memperdebatkan lebih jauh mengenai hal itu.  Sebab jika ada yang ingin mempelajari hipnotis, saya juga tidak akan mengajarkan mantera-mantera dan semua ritual-ritual klenik itu.  Saya hanya mengajarkan teknik-teknik hipnotis untuk tujuan pemberdayaan diri sendiri dan orang lain.  Sekalipun sebenarnya saya bisa saja mengajarkan teknik gendam versi hipnotis untuk membedakan dengan,  jika benar memang ada, gendam versi lainnya.

Tinggal kepada si pembelajar itu sendiri: apakah lebih nyaman belajar gendam dengan ritual dan mantera, ataukah belajar hipnotis yang bebas ritual dan mantera.  Karena apa yang dapat dilakukan oleh para penggendam yang menguasai teknik dengan tambahan ritual dan mantera, itu juga bisa dilakukan dengan hipnotis tanpa mantera sama sekali.

Terserah anda lebih memilih yang mana.