Kendalikan Rasa Takutmu

Pernahkah anda mengalami situasi dimana anda merasa begitu takut terhadap sesuatu?

Mengapa itu bisa terjadi?  Apa sebenarnya rasa takut itu?

Rasa takut adalah respon emosi yang muncul sebagai akibat adanya sesuatu yang dianggap sebagai sebuah ancaman.  Kita takut ketika melihat binatang buas, berada di sebuah ketinggian, saat menonton film horror, ketika menyaksikan pemandangan yang menyeramkan, atau peristiwa dan hal lain yang dipandang sebagai sesuatu yang mengancam atau membahayakan.  Itu adalah respon yang wajar dan sebenarnya adalah cara pikiran kita untuk menjaga keselamatan dan kelangsungan hidup kita.

Rasa takut juga dapat muncul dalam wujud yang lain, misalnya saat kita harus menjalani ujian sekolah.  Kita takut gagal.  Atau saat kita harus berbicara di depan umum dan kita takut melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat kita dicemooh, ditertawakan, dipermalukan.

Kita bisa takut terhadap apapun yang dalam anggapan kita merupakan sesuatu yang mengancam atau membahayakan kita, menjatuhkan harga diri kita, mengalami rasa sakit, dan hal lain yang merugikan kita.  Rasa takut bisa muncul karena suatu ancaman yang bersifat nyata maupun ancaman secara psikologis semata.

Bahkan banyak diantara kita yang harus menjalani hari demi hari dengan membawa ketakutan-ketakutan kemanapun pergi sehingga hari-hari menjadi penuh dengan kungkungan-siksaan rasa takut dan kecemasan.  Ini tentunya dapat menjadi suatu masalah bagi diri kita, bukan hanya hidup kita menjadi tidak indah lagi tetapi bisa berakibat lebih jauh dari itu.  Kita bisa mengalami gangguan kecemasan,  rasa yang tidak nyaman, sulit untuk bisa tidur dengan nyenyak, serangan panik, bahkan dapat membawa kepada berbagai penyakit baik psikologis maupun fisik.

Rasa Takut dan Cemas Sering Menipu

halusinasi

Banyak orang yang mengalami kesulitan dalam menghadapi rasa takut dan gangguan kecemasan yang terus menghantuinya.  Berbagai upaya telah dicoba lakukan tetapi hasilnya masih mengecewakan atau bahkan menjadikan gangguan tersebut menjadi bertambah besar.

Kita seringkali tertipu oleh rasa takut dan kecemasan kita sendiri.

Lho … kok?

Ya,…sebab seringkali orang mengalami ketakutan dan kecemasan akan sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya atau bukan merupakan sebuah ancaman.  Kita merasa takut padahal sebenarnya kita tidak sedang berada dalam bahaya.  Sebab pada saat berada dalam bahaya maka kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi diri kita atau menjauhkan diri darinya.

Kita tertipu oleh ketakutan dan kecemasan kita sendiri. Dan karena kita merasa takut padahal kita tidak sedang berada dalam bahaya, maka usaha kita untuk melindungi diri dari yang kita anggap sebagai bahaya itu malah akan mendorong kita kepada hal-hal yang menyusahkan kita.

Apa saja yang bisa terjadi?  Jika kita dihantui oleh ketakutan-ketakutan dan kecemasan yang tidak beralasan, maka kita dapat mengalami :

  • Kita merasa atau yakin bahwa kita akan mati, gila atau tidak mampu mengendalikan diri kita sendiri.
  • Kita merasa akan dikalahkan, ditaklukkan, mendapatkan kesusahan, mendapatkan kecelakaan yang disebabkan oleh sesuatu yang kita takuti, misalnya binatang, tempat yang tinggi, ruang sempit, penyakit, dan sebagainya.
  • Kita selalu merasa gelisah atau gugup yang tak beralasan saat berada di keramaian atau tampil di depan publik.
  • Kita mungkin akan selalu gelisah saat meninggalkan rumah karena ada kekhawatiran bahwa kita mungkin lupa mematikan kompor dan rumah kita kebakaran, atau mungkin kita khawatir ada orang rumah yang minum racun pembunuh nyamuk karena kita salah meletakannya, atau kita selalu saja merasa harus mencuci tangan karena khawatir masih banyak kuman-kuman di kedua tangan kita, dan sebagainya.
  • Kita merasa bahwa kita akan menjadi gila karena banyaknya ketakutan dan kekhawatiran yang selalu kita rasakan

Itulah saat kita tertipu oleh ketakutan dan kekhawatiran kita.  Kita akan mengalami kegelisahan, ketidak-nyamanan dan kita akan selalu memandang sumber ketakutan dan kekhawatiran kita itu sebagai sebuah ancaman atau bahaya bagi kita.

Rasa takut yang tidak pada tempatnya, rasa takut yang berlebihan, sering membuat orang terjebak pada perasaan cemas yang terus menjadi hantu baginya.  Orang bisa mengalami gangguan kecemasan.  Dan gangguan kecemasan ini mungkin saja membuat seseorang akhirnya tidak melakukan hal-hal yang semestinya dia lakukan, atau sebaliknya dia melakukan hal yang semestinya tidak dia lakukan padahal itu justeru mengarahkan dirinya kepada apa yang ditakutkannya.

Sebagai contoh, orang yang selalu dihantui ketakutan akan kegagalan dalam menjalin suatu hubungan percintaan bisa menjadi seorang yang sangat pencemburu, sangat curiga, selalu memikirkan hal-hal buruk tentang kekasihnya, atau bahkan posessif sehingga hubungan percintaannya justeru tidak berjalan dengan baik dan bisa berujung pada putusnya hubungan tersebut.  Orang yang selalu diliputi ketakutan bisnisnya akan gagal bisa jadi dia tidak mau mencoba inovasi-inovasi baru yang justeru dapat membuat bisnisnya tidak berkembang atau kalah dalam persaingan.

Rasa Takut Perlu Dikendalikan

angon-macan

Karena rasa takut adalah respon emosi yang wajar yang dimiliki oleh setiap orang, maka kita tidak perlu membuang rasa takut dari diri kita.  Rasa takut bisa menjadi penyelamat diri kita bila kita menempatkannya pada tempat yang semestinya.  Tetapi rasa takut perlu kita kendalikan.  Mengapa?  Karena terkadang kita salah menterjemahkan sesuatu (yang sebenarnya bukan hal yang membahayakan atau ancaman bagi kita) sebagai hal yang berbahaya dan mengancam kita.  Atau kita seringkali menjadikan potensi ancaman dan bahaya itu menjadi jauh lebih besar dan ancaman dan bahaya yang sebenarnya.  Bisa jadi kita merasa tengah berhadapan dengan seekor singa gurun yang ganas padahal yang kita temui hanyalah seekor kucing.  Bisa jadi kita merasa tengah berada di tengah hutam rimba yang angker padahal sebenarnya kita tengah berada di taman kota saja.

Benar bahwa kita harus senantiasa hati-hati dan waspada dalam setiap langkah kita, tetapi janganlah karena hal itu kita selalu dilanda ketakutan dan kecemasan kemanapun kita melangkah.  Sadar akan bahaya, mengetahui berbagai sumber ancaman yang mungkin, adalah hal yang positif.  Tetapi rasa takut terhadap sesuatu yang tidak semestinya adalah sesuatu yang perlu dikendalikan.  Karena ternyata tidak semua hal yang kita takutkan itu memang berbahaya atau ancaman bagi kita, atau kalaupun itu memang ancaman dan bahaya bagi kita itu tidaklah sebesar yang kita takutkan dan kita masih mampu untuk mengatasinya.

Lalu bagaimana?

Pertama, kita harus memahami bahwa ada 3 reaksi kita saat berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan (mengancam) yaitu diam (freeze/membeku), menghindar (flight) atau melawan (fight).

Reaksi spontan kita saat berhadapan dengan sesuatu yang membahayakan atau mengancam kita adalah membeku (freeze), walaupun mungkin itu hanya beberapa saat saja.  Saat kita merasa kita mampu mengalahkan atau menghadapinya maka kita akan melawan (fight), dan bila kita merasa bahwa kita tidak mampu melawan maka kita akan berusaha untuk lari menghindarinya (flight).  Itulah reaksi kita saat berhadapan dengan ancaman atau sesuatu yang menakutkan bagi kita.  Hal itupun berlaku bila kita berhadapan dengan suatu ancaman yang  hanya ada dalam pikiran kita (bukan ancaman yang nyata).  Karena pikiran kita tidak bisa membedakan mana ancaman yang nyata dan mana yang hanya ancaman secara psikologis semata.  Kita akan diam dalam ketakutan dan kekhawatiran tanpa melakukan apapun, mencoba berlari dari ancaman tersebut, atau berusaha untuk melawannya.

Sebagai contoh, orang yang selalu dilanda ketakutan dan kekhawatiran setiap kali berada di tempat keramaian atau tampil di depan publik cenderung akan menarik diri, menolak tampil, menghindari atau kalaupun terlanjur atau terpaksa berada di sana dia akan berusaha untuk memisahkan diri atau bersembunyi.

Kemudian, dalam hipnoterapi kita mengenal istilah desensitization, yaitu apabila kita membiarkan diri kita berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan dan membiarkan ketakutan itu perlahan-lahan memudar.  Kita tidak berusaha untuk melawan, menghindari, atau mengalihkan ketakutan kita, melainkan menerima rasa takut itu hingga perlahan-lahan kita menyadari bahwa kita tidak berada dalam bahaya dan ketakutan itu memudar.

Cobalah perlahan-lahan menghadapi apa yang menjadi ketakutan kita itu, rasakan perasaan itu, tetaplah menghadapinya dan biarkan ketakutan itu memudar.  Jadi cara mengatasi ketakutan dan kecemasan kita itu adalah bukan dengan menghindar atau melawannya, melainkan secara bertahap kita membiasakan diri menghadapinya.

=================================================================================

Bagi anda yang ingin :

  1. Menyelesaikan masalah yang terkait dengan penyakit hati / pikiran,Menyembuhkan penyakit psikosomatik, phobia,

  2. Menyembuhkan penyakit psikosomatik, phobia,Melepaskan diri dari kecanduan atau ketergantungan

  3. Melepaskan diri dari kecanduan atau ketergantungan

  4. Menanamkan keyakinan diri dan motivasi,

  5. Membangkitkan semangat hidup,

  6. Menghapus rasa sakit akan kenangan masa lalu (move on), dan lain-lain

  7. Mempelajari keilmuan hipnosis dan hipnoterapi

Anda dapat menghubungi kami melalui :

  • Call / SMS : 0822-9957-4948

  • Line / Whatsapp : 0812-4945-5398

  • Blackberry Messenger (BBM) : 2807961B

  • E-mail : mohtoha70@yahoo.com