Masalah Pada Anak : Pentingnya Pengetahuan Parenting Yang Baik.

masalah anak

Banyak orangtua yang datang dengan beragam keluhan tentang anak-anaknya.  Ada yang mengeluhkan anaknya yang sulit untuk “dikendalikan”, suka membantah dan tidak menuruti nasehat atau perintah.  Ada yang mengeluhkan anaknya yang tidak memiliki motivasi belajar.  Ada yang mengeluhkan anaknya kecanduan video games, dan banyak keluhan-keluhan lainnya.  Mereka merasa resah dengan apa yang terjadi pada anak-anak mereka.  Dan, biasanya, mereka datang setelah apa yang terjadi pada anak-anak mereka sudah tidak mampu lagi mereka atasi atau sang anak sudah terlanjur “parah” tingkat masalahnya.

Apa saja yang sering dikeluhkan oleh para orangtua serta bagaimana semestinya orangtua bersikap menghadapi anak-anak yang “bermasalah” ?

Banyak anak yang mengalami berbagai kemungkinan persoalan dalam menjalani tahapan-tahapan perkembangan di dalam kehidupannya.  Meskipun beberapa dari persoalan-persoalan tersebut sebenarnya adalah sesuatu yang alami (wajar) dan merupakan bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangannya, mereka tetap dianggap bermasalah, khususnya dari sudut pandang orangtua.

Beberapa masalah pada anak yang terjadi bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya seiring perkembangan dan pertumbuhannya.  Beberapa masalah bersifat khas anak-anak usia tertentu, atau dengan kata lain beberapa masalah tertentu terjadi pada masa kanak-kanak (PAUD, TK) sementara beberapa masalah merupakan masalah yang khas dialami pada usia sekolah atau usia yang lebih tua.

Orangtua seringkali merasa terganggu dengan adanya masalah yang muncul dan berlanjut dalam hal sikap dan perilaku anak-anak usia sekolah.  Reaksi umum adalah para orangtua berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi masalah yang muncul pada anak sesegera mungkin, karena beranggapan bahwa sekali masalah tersebut sampai tertanam dalam diri si anak, maka itu akan menjadi suatu kebiasaan dan menjadi suatu tingkahlaku yang permanen.

Memang ada beberapa masalah pada anak yang membutuhkan perhatian khusus agar masalahnya tidak menjadi semakin rumit dan menjadi gangguan atau hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya, terutama masalah-masalah yang berpotensi mejadi sesuatu yang buruk bagi masa depannya.

Masalah Pada Anak Dapat Disebabkan Oleh Orangtua

meniru

Banyak persoalan (masalah) pada anak yang tanpa disadari, adalah karena kurangnya pengetahuan atau informasi mengenai pola asuh yang baik.  Ini membuat orangtua seringkali bersikap atau memperlakukan anak-anaknya dengan cara-cara yang kurang tepat, yang pada akhirnya justeru membuat sang anak memiliki masalah dalam perkembangan mental (pikirannya).

Benar bahwa orangtua dimanapun pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter atau kepribadian yang baik.  Tetapi orangtua kadang justeru malah menciptakan suatu kondisi yang tanpa disadari mengarahkan sang anak pada keadaan yang sebaliknya.  Sikap laku dan kebiasaan-kebiasaan orangtua juga turut menentukan pembentukan anak-anaknya.

Kita bisa mengambil contoh seorang anak yang memiliki rasa percaya diri yang rendah yang menjadi hambatan baginya dalam mengekspresikan diri, mengembangkan diri dan dalam pergaulan sosialnya.  Anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah cenderung akan menarik diri dari pergaulan atau tidak memiliki keberanian untuk menampilkan diri, kikuk, dan pada akhirnya bisa berakibat tidak mampu mengembangkan dirinya secara optimal.

Mengapa anak kita bisa memiliki sifat seperti itu?

Sebagai orangtua, hal pertama yang harus kita lakukan adalah introspeksi pada diri sendiri.  Adakah hal-hal yang telah kita lakukan yang kemudian membuat anak merasa dirinya tidak berharga?  Misalnya kita sering mengatakan hal-hal negatif tentangnya, seperti “kamu ini bodoh sekali”, “segitu saja tidak bisa”, “kita ini orang miskin, jangan banyak laga”,….dan perkataan-perkataan negatif lainnya yang mengandung kesan bahwa dirinya tidak berharga, tidak layak, tidak mampu, tidak berguna, dsb.   Atau kita sering membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain (kakak, adik, teman,…) dimana kita menempatkan dirinya lebih buruk?

Intinya adalah orangtua sangat berperan dalam pembentukan kepribadian anak, membantu menyelesaikan persoalan-persoalan (masalah-masalah) pada anak, bahkan orangtua dapat menjadi sumber  atau memperburuk masalah-masalah yang terjadi pada anak.  Memang tidak berarti bahwa masalah yang terjadi pada anak pastilah karena orangtuanya, tetapi peran orangtua sangatlah besar, baik dalam pembentukan kepribadian maupun dalam membantu permasalahan anak.  Dan janganlah sampai orangtua justeru memperburuk atau bahkan menjadi sumber masalah itu sendiri.

Atau, kita bisa juga bertanya-tanya bagaimanakah penanganan yang benar terhadap anak yang memiliki permasalahan seperti itu?

Karena itulah, hendaknya setiap orangtua memiliki pengetahuan yang memadai tentang bagaimana menjalankan pola asuh (parenting) yang baik, agar setiap anak dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya dan memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan keinginan setiap orangtua.

Jika anda memiliki masalah dengan anak atau ingin memiliki pemahaman tentang pola asuh yang baik, anda bisa membaca buku-buku atau referensi, mengikuti seminar-seminar tentang parenting atau berkonsultasi dengan konsultan anak/parenting, psikolog ataupun mereka-mereka yang memiliki kompentensi di bidang parenting.