Mengapa Sulit Untuk Berubah ?

Mengapa Sulit Untuk Berubah ?

sulit berubah

Banyak orang yang karena sesuatu hal menyadari dirinya memiliki kebiasaan-kebiasaan, perasaan dan perilaku yang dipandang negatif. Dan karena itu dia berkeinginan untuk mengubahnya menjadi lebih positif. Tetapi niatnya yang baik itu seakan sulit sekali untuk terwujud. Sulit sekali baginya untuk berubah.

Sebagai contoh adalah orang yang memiliki kebiasaan suka memaki atau berbicara kasar saat sedang marah. Atau orang yang memiliki perasaan rendah diri dan tidak berani untuk berbicara di muka umum. Atau orang yang ingin bisa melanjutkan hidup dan terbebas dari rasa sakit hati pada sang mantan. Mereka menyadari pentingnya bagi mereka untuk berubah dan memiliki keinginan yang kuat untuk itu. Namun selalu saja mereka tidak mampu melakukan perubahan dan seakan terjerat dalam kebiasaan atau perasaan negatifnya itu.

Mengapa? Mengapa sulit untuk berubah?

Untuk menjawab pertanyaan itu, ada baiknya kita memahami bagaimana suatu kebiasaan, perilaku, nilai-nilai, atau sebuah belief (kepercayaan) bisa ada di dalam diri kita. Bagaimana itu semua bisa masuk dan menetap dalam diri kita, menjadi bagian dari diri kita sehingga sulit untuk dihapus atau dihilangkan. Kita akan mengulas sedikit tentang tempat di mana semua itu berada, yaitu pikiran kita.

Kita dan Dua Pikiran

Katakanlah kita berkeinginan untuk berubah dari kebiasaan atau perilaku lama yang kita pandang negatif atau merugikan, misalnya ingin menjadi orang yang lebih penyabar atau menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Tetapi disitulah kita merasakan sulitnya untuk berubah.

Mengapa? Karena sebenarnya saat kita mengatakan “Saya akan berubah”, ada bagian diri kita yang lain yang mengatakan “Saya tidak akan berubah!”.  Seakan-akan kita memiliki dua pikiran yang berbeda yang saling bertentangan satu sama lain. Benarkah demikian ?

Memang sulit untuk dapat benar-benar memahami bagaimana pikiran kita bekerja. Pikiran kita merupakan sesuatu yang sangat rumit, sangat kompleks. Tetapi ada beberapa hal mengenai pikiran kita yang bisa kita pahami, yaitu bahwa kita memiliki dua pikiran dalam satu kesatuan, yang keduanya saling terhubung dan mempengaruhi. Kita menyebutnya dengan pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind).

Apa itu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, dan apa hubungan dengan sulitnya bagi kita untuk berubah?

Apa Itu Pikiran Sadar ?

Pikiran Sadar adalah pikiran yang bersifat logika, rasional, dan analitis. Sering juga disebut sebagai pikiran objektif. Pikiran inilah yang kita gunakan saat kita sedang memikirkan sesuatu atau menganalisa sesuatu. Misalnya saat kita tengah mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan analisa, mengerjakan PR, membuat keputusan akan pergi kemana hari ini, siapa yang harus kita hubungi, makan siang dimana nanti, dan sebagainya.

Pikiran sadar ini adalah tempatnya ingatan jangka pendek, bisa kita kendalikan, terfokus, dan memiliki kapasitas penyimpanan yang terbatas. Itulah sebabnya mengapa kita tidak mampu memikirkan banyak hal sekaligus secara bersamaan.

Apa itu Pikiran Bawah Sadar ?

Sedangkan Pikiran Bawah Sadar adalah tempat dimana memori jangka panjang disimpan, tempat beradanya sistem emosi, nilai-nilai, kepercayaan (belief), termasuk juga kebiasaan-kebiasaan. Pikiran bawah sadar mampu menyimpan memori dengan kapasitas yang tak terbatas. Tetapi pikiran bawah sadar tidak menilai baik-buruk, bekerja sesuai dengan program-program yang tertanam, dan berjalan secara autonom.

Program-program yang ada di dalam pikiran bawah sadar adalah program-program yang terbentuk sendiri sesuai dengan pengalaman dan yang kita pelajari sepanjang hidup kita, ataupun program-program yang ditanamkan (misalnya oleh orangtua, lingkungan, atau pendidikan). Nilai-nilai yang ditanamkan, pemahaman dari hasil pembelajaran dan pengalaman, kesan-kesan yang kita tangkap dari suatu peristiwa, itulah yang secara bersama-sama membentuk sistem nilai (value), belief, emosi, serta segala yang berhubungan dengan personal diri kita. Program-program itulah yang “menjalankan” diri kita, yang menjadikan kita pribadi yang khas.

Pikiran bawah sadar juga bertanggungjawab dalam sistem fungsi tubuh kita, misalnya mengendalikan detak jantung, sistem refleks, dan fungsi dasar tubuh lainnya. Meskipun ada juga yang mengatakan ini sebagai bagian dari fungsi pikiran yang ke tiga yaitu pikiran tak sadar (uncoscious mind).

Kerja pikiran bawah sadar tidaklah bertentangan dengan pikiran sadar. Baik kita sadari ataupun tidak, ada saling komunikasi antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Misalnya saat kita ingin mengangkat suatu benda, pikiran sadar mengirimkan pesan kepada pikiran bawah sadar untuk menggerakkan otot lengan kita.

Pikiran bawah sadar juga tidak bekerja berlawanan dengan pikiran sadar, tetapi kadang dapat terjadi dimana apa yang diinginkan oleh pikiran sadar tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pikiran bawah sadar.  Seperti pada contoh tadi dimana pikiran sadar menginginkan suatu perubahan pada kebiasaan atau perilaku, tetapi pikiran bawah sadar justeru menolak untuk berubah.

Pikiran bawah sadar memiliki resistensi (perlawanan) terhadap perubahan. Dan ini biasanya berlaku terutama bila kita berusaha untuk mengubah kebiasaan, perilaku, nilai-nilai, atau kepercayaan yang telah lama ada di dalam pikiran bawah sadar kita. Itu karena adanya program-program yang telah tertanam di dalamnya. Maka untuk mengubah diri kita, terlebih dahulu kita harus mengubah program yang ada di dalam pikiran bawah sadar kita.

Critical Factor (Security System Pikiran)

Secara prinsip kerja otak kita memang memiliki kemiripan dengan sebuah komputer. Dan sebagai sebuah komputer, pikiran kita adalah komputer yang sangat kompleks. Pola pikir, perilaku, kebiasaan, emosi, dan semua yang ada dalam pikiran kita ibarat program-program dan database yang ada dalam sebuah komputer. Sehingga benar bahwa untuk mengubah diri kita maka kita mesti mengubah program-program yang ada di dalam pikiran bawah sadar. Persis seperti kita menginstal ulang sebuah program ke dalam komputer.

Tetapi masalahnya adalah pikiran kita memiliki filter yang akan menghalangi kita untuk dengan begitu saja memasukkan program baru atau menghapus program lama yang sudah ada.  Itulah Critical Factor.

security

Seperti security system pada sebuah komputer, filter ini akan menyaring informasi, saran-saran, pemikiran, atau perilaku baru sebelum bisa masuk dan diterima pikiran bawah sadar. Segala informasi, saran, pemikiran yang datang akan diseleksi disesuaikan dengan nilai-nilai, informasi dan belief yang telah ada di dalam pikiran bawah sadar. Itulah yang menjadikan suatu perubahan atau sesuatu yang baru sangat lambat bisa diterima, karena itu tidak konsisten dengan program, dengan cara berpikir dan cara bertindak yang lama. Maka tak heran jika kemudian kita merasakan sulit untuk bisa berubah, karena sulit untuk mengubah program yang ada atau memasukkan program baru di pikiran bawah sadar kita.

Adanya filter pikiran (critical factor) memang kadang merugikan kita, sebab dengan adanya filter ini membuat kita tidak bisa menerima sebuah saran yang sebenarnya bermanfaat bagi kebaikan kita. Dia juga menjadikan kita kadang sulit untuk menerima sebuah kebenaran. Dan, sesuai dengan yang tengah kita bahas, sering menjadikan orang sulit untuk berubah menjadi lebih baik.

Tetapi kita bisa membayangkan apa jadinya jika kita tidak memiliki filter pikiran ini. Kita akan menerima begitu saja setiap sugesti, setiap informasi, setiap perintah yang kita terima. Kita mungkin akan mengalami kebingungan, tidak punya nilai-nilai baku, dan tidak memiliki kepribadian. Jadi filter pikiran ini justeru menjaga agar kita tetap menjadi diri kita dan tidak mudah terombang-ambing.

Menembus Filter Dengan Hipnosis

Agar kita dapat menanamkan suatu program baru atau mengubah program lama di dalam pikiran bawah sadar dengan lebih cepat tanpa mendapatkan hambatan dari critical factor, kita harus mampu membuat program tersebut  menembusnya.  Dan cara yang paling ampuh untuk melakukan itu adalah dengan hipnosis.

uninstal

Hipnosis akan menonaktifkan filter pikiran sehingga kita mampu dalam waktu yang cukup untuk berkomunikasi langsung dengan pikiran bawah sadar.  Dan saat filter pikiran kita dalam posisi non aktif maka pikiran bawah sadar menjadi sangat terbuka terhadap sugesti, sehingga kita dapat mengubah nilai-nilai program yang ada atau menanamkan program-program baru dengan lebih mudah.  Ini akan menjadikan program-program perubahan yang kita inginkan dapat terwujud dalam waktu yang relatif cepat dan terlaksana dengan lebih mudah.  Itulah yang menjadikan hipnosis sebagai alat yang sangat ampuh untuk membuat perubahan-perubahan dalam diri kita.

Melalui hipnosis, ungkapan “sulit untuk bisa berubah” akan menjadi “berubah itu cepat dan mudah”.

“Anda mau mencobanya?

============================================

Bagi anda yang ingin :

  • Menyelesaikan masalah yang terkait dengan penyakit hati / pikiran
  • Menyembuhkan penyakit psikosomatik
  • Phobia
  • Melepaskan diri dari kecanduan atau ketergantungan
  • Menanamkan keyakinan diri dan motivasi,
  • Membangkitkan semangat hidup,
  • Menghapus rasa sakit akan kenangan masa lalu (move on), dan lain-lain
  • Mempelajari keilmuan hipnosis dan hipnoterapi

Anda dapat menghubungi kami melalui :

  • Call / SMS / Whatsapp : 0822-9957-4948
  • Blackberry Messenger (BBM) : D20DA9AC
  • E-mail : mohtoha70@yahoo.com