Mitos Seputar Hipnotis

Mitos-mitos Seputar Hipnotis

Kata hipnotis kini telah begitu dikenal luas di masyarakat. Hipnotis telah menjadi salah satu perbendaharaan kata di masyarakat, dan banyak orang yang sering membicarakan atau bercerita tentang hipnotis. Tetapi tidak sedikit diantara mereka yang masih mempercayai beberapa hal tentang hipnotis yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.Ya, memang masih saja ada mitos-mitos seputar hipnotis yang berkembang di masyarakat. Apa saja mitos-mitos tersebut ?

Hipnotis dapat memunculkan fenomena-fenomena yang dapat membuat orang-orang yang menyaksikannya menjadi terpukau. Bagaimana tidak, seorang penghipnotis mampu membuat orang yang sedang dihipnotisnya dapat mengalami halusinasi (baik visual maupun auditory), melakukan hal-hal di luar kehendak atau kebiasaannya, merasakan sesuatu yang tidak ada atau sebaliknya tidak merasakan sesuatu yang sebenarnya ada, serta fenomena-fenomena lainnya. Ini tentunya menibulkan berbagai penafsiran dan mitos-mitos tertentu di kalangan masyarakat dan orang-orang yang memperhatikan fenomena-fenomena tersebut, mulai dari penggunaan kekuatan supranatural hingga kedahsyatan seorang penghipnotis.

Apa Saja Mitos-mitos Seputar Hipnotis ?

Berikut yang paling umum diantaranya :

Ini merupakan salah satu yang paling banyak berkembang di masyarakat.

Orang masih menganggap bahwa seorang penghipnotis menggunakan kekuatan mistik/ supranatural dalam melakukan proses hipnotis. Banyak juga yang masih menganggap bahwa seorang penghipnotis bekerjasama dengan jin/makhluk halus untuk menguasai jiwa orang yang dihipnotisnya. Tak heran jika kemudian muncul pandangan-pandangan negatif tentang hipnotis. Bahkan belum lama ini ada seorang ulama dari kalangan tertentu yang mengatakan bahwa hipnotis adalah ilmu sesat dan orang yang mempelajarinya pantas di hukum mati. Wah….seram nian !

Pandangan negatif seperti itu bisa muncul dan berkembang karena masyarakat kita termasuk masyarakat yang masih sangat kuat mempercayai hal-hal yang berbau mistik. Ketika ada suatu fenomena yang sulit diterima akal dan tak mampu mereka jelaskan secara logika, maka itu akan dianggap sebagai fenomena mistik. Tambahan lagi, sebelum hipnotis dikenal, masyarakat telah mengenal suatu ilmu hitam yang mampu menghasilkan efek hipnotis, misalnya gendam ataupun sirep yang diyakini dalam prakteknya menggunakan ritual-ritual dan mantera tertentu serta atas bantuan makhluk-makhluk halus. Masyarakat menyamakan hipnotis dengan praktek-praktek seperti itu sehingga menganggap hipnotis juga menggunakan kekuatan mistik.

Hipnotis adalah murni keilmuan rasional berbasis keilmuan psikologi dengan penerapan komunikasi (verbal dan non verbal) antara penghipnotis dan orang yang dihipnotis. Hipnotis adalah keilmuan yang mempelajari kerja otak manusia, mempelajari otak bawah sadar dan bagaimana menembus faktor kritis seseorang untuk dapat mengakses ke dalam pikiran bawah sadarnya. Fenomena-fenomena orang yang sedang berada dalam kondisi hipnosis, misalnya mengalami halusinasi dan catalepsy itu murni karena kerja pikiran bawah sadarnya sendiri. Bukan karena makhluk halus ataupun kekuatan supranatural.

Tidak mengherankan jika kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang sedang berada dalam kondisi hipnosis itu sedang tidur. Apalagi perintah yang diberikan oleh seorang penghipnotis kepada subjeknya adalah “Tidur!”.

Orang yang sedang berada dalam kondisi hipnosis memang terlihat seperti orang yang sedang tertidur. Seluruh tubuhnya nampak sangat rileks, matanya terpejam, dan dia seperti orang yang tidak peduli dengan sekitarnya, persis seperti orang yang sedang tidur. Tetapi kondisi hipnosis tidaklah sama dengan tidur.

Salah satu bukti bahwa orang yang sedang berada dalam kondisi hipnosis tidaklah tidur adalah jika kita melakukan pengukuran gelombang otak dengan alat Electro Enchelopalo Graphs (EEG) menunjukkan bahwa gelombang otak yang dipancarkan tidaklah sama dengan saat orang sedang tidur. Selain itu, orang yang sedang terhipnotis masih bisa mendengar, merespon, dan berkomunikasi. Ini membuktikan bahwa ia tidak sedang tidur.

Kondisi hipnosis adalah suatu kondisi dimana seseorang sedang sangat fokus, dimana konsenterasinya sangatlah tinggi. Pengukuran dengan EEG menunjukkan bahwa orang yang sedang dalam kondisi hipnosis itu dalam kondisi sadar dan sangat responsif.

Kita Bisa Terjebak dalam Kondisi Hipnotis

Banyak orang yang takut untuk dibawa memasuki kondisi hipnosis, bahkan beberapa orang yang mengikuti training hipnosis seringkali ragu melakukan praktek hipnosis karena khawatir tidak bisa bangun atau membangunkan seseorang dari kondisi hipnosis.

Kenyataannya, meskipun seseorang bisa berada dalam kondisi hipnosis untuk beberapa waktu, tetapi secara alamiah orang akan dapat bangun dari hipnosis bahkan sekalipun sang penghipnotis meninggalkannya. Tidak ada orang yang terjebak dalam kondisi hipnosis selama-lamanya, dan anda bisa bangun dari kondisi hipnosis kapanpun anda mau.

Hanya Mereka Yang Lemah (Secara mental) yang Bisa Terhipnotis

Pandangan ini tidak benar. Malahan orang yang bisa terhipnotis (memasuki kondisi hipnosis) mungkin memiliki mental yang lebih kuat. Semakin tinggi intelegensia seseorang dan semakin kuat pengendalian dirinya, maka ia akan lebih mudah memasuki kondisi hipnosis. Mengapa ? Karena untuk dapat memasuki kondisi hipnosis seseorang harus mampu untuk berkonsenterasi. Karena itulah orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental akan sulit untuk memasuki kondisi hipnosis. Tetapi meskipun demikian tidak berarti bahwa orang yang sulit untuk memasuki kondisi hipnosis memiliki masalah dengan kesehatan mental. Secara alamiah manusia memiliki kemampuan untuk memasuki kondisi hipnosis yang berbeda: ada yang mudah, moderat, dan sulit.  Dan orang bisa saja dilatih untuk lebih mudah memasuki kondisi hipnosis.

Nah….itulah sebagian dari mitos-mitos yang berkembang seputar hipnotis.

Ada beberapa mitos lagi yang berkembang di masyarakat mengenai hipnotis, misalnya :

  • Hipnotis mampu menyembuhkan hanya dalam satu kali terapi.
  • Kita tidak bisa berbohong saat dihipnotis.
  • Saat terhipnotis kita dikendalikan oleh sang penghipnotis.
  • Dan, yang paling sering dikemukakan adalah :Saya belum pernah atau tidak akan bisa terhipnotis.

Namanya juga mitos, semua itu belum tentu sesuai dengan faktanya.Namanya juga mitos, semua itu belum tentu sesuai dengan faktanya.

Ingin tahu lebih banyak ?

==================================================================