PENGLARIS

Setiap orang yang membuka usaha dan perdagangan pasti berharap mendapatkan hasil yang memuaskan : produknya ramai diminati atau tokonya ramai pembeli.  Namun terkadang apa yang diharapkan belumlah sesuai kenyataan.  Ini kemudian membuat orang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan omzet penjualannya atau membuat dagangannya lebih laris.  Dan salah satu langkah yang sering ditempuh adalah dengan mencari apa yang dikenal dengan istilah “Penglaris“.

Apakah penglaris itu, dan benarkah kita bisa menggunakan penglaris untuk meningkatkan omzet penjualan atau membuat dagangan kita laris manis?  Apa saja yang mesti kita lakukan ?

Penglaris Adalah Tata Laku

Banyak orang yang beranggapan bahwa penglaris adalah suatu ajian/mantera/amalan melalui suatu ritual tertentu, atau berupa ajimat/wafak/isim yang dipasang di toko (tempat usaha) atau dibawa, yang bertujuan untuk membangkitkan daya pikat terhadap produk (barang/jasa) yang diperdagangkan.  Banyak orang yang menerapkan hal itu, dan nyatanya memang banyak yang usaha atau perdagangannya mengalami peningkatan setelahnya.  Terlepas dari tanggapan sudut pandang tertentu, nyatanya banyak yang menerapkan penglaris dan berhasil meningkatkan usaha perdagangannya.

Namun, tidak seperti yang kebanyakan orang kira, penglaris bukanlah sekedar amalan (ritual) atau ajimat.  Penglaris merupakan sebuah tata laku.  Ada tata laku tertentu yang harus diterapkan oleh orang yang menginginkan usaha atau perdagangannya memberikan hasil yang memuaskan atau mendapatkan banyak pembeli/pelanggan.  Jadi bukan sekedar amalan (ritual) atau ajimat belaka.  Bahkan sebenarnya tidak perlu ajimat sama sekali.

Tata laku yang dapat diterapkan oleh seorang pengusaha atau pedagang agar usaha atau perdagangannya memberikan hasil yang memuaskan adalah tata laku lahiriah dan tata laku ruhaniah.  Tata laku lahiriah adalah tata laku dalam melaksanakan kegiatan usaha atau perdagangan yang berupa aktivitas lahiriah (ucapan, sikap dan perbuatan).  Sedangkah tata laku ruhaniah adalah tata laku yang berhubungan dengan pengolahan energi, emosional dan spiritual.

Kedua tata laku tersebut berjalan secara bersamaan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam upaya membangkitkan penglaris.  Dengan menerapkan kedua tata laku tersebut, kegiatan usaha atau perdagangan yang dijalankan akan terhindar dari energi-energi negatif yang ada di dalam diri pengusaha (pedagang) serta tempat usahanya.  Sebab seringkali kegagalan dalam sebuah usaha atau perdagangan bukan hanya terletak pada usaha atau barang yang diperdagangkan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh diri si pengusaha atau pedagang itu sendiri.  Inilah kunci utama penglaris sebenarnya.

Lantas, apa saja tata laku lahiriah dan ruhaniah yang dapat dilakukan agar penglaris benar-benar bisa dimiliki?

Untuk informasi dan keterangan lebih lengkap, silakan hubungi :

Telpon/WA : 0812-8000-4351

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *