PHOBIA (Bagian 1: Jenis-jenis Phobia)

Phobia, sebuah kondisi mental di mana seseorang memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu, sering kita temui diantara orang-orang di sekitar kita.

Phobia ini dapat kita jumpai dalam tingkatan-tingkatan yang berbeda, mulai dari tingkatan yang rendah dimana seseorang masih mampu mengendalikan dirinya pada jarak tertentu dari sumber phobia, hingga pada tingkatan yang sangat ekstrim dimana seseorang bahkan sudah merasakan ketakutan yang besar hanya dari melihat gambar, membayangkan atau mendengar namanya saja.

Apa sebenarnya phobia itu, apa bedanya dengan rasa takut, bagaimana bisa terjadi, apa saja jenis phobia, siapa saja yang bisa mengalaminya, dan bagaimana menyembuhkannya?

Phobia dan Rasa Takut

Rasa takut merupakan suatu reaksi yang normal dialami seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu yang memang dapat membahayakan dirinya.  Sangatlah wajar bila kita memiliki rasa takut dan bahkan kita memang membutuhkan rasa takut. Ini merupakan respon yang muncul dari dalam pikiran dan bekerja secara otomatis.  Rasa takut ini berfungsi untuk melindungi diri kita agar terhindar dari sesuatu yang dapat mengancam keselamatan atau merugikan diri kita.

Phobia adalah reaksi emosional dan fisik terhadap objek atau situasi yang menakutkan. Pada orang-orang yang phobia, rasa takut yang muncul adalah rasa takut yang irasional (tidak masuk akal) atau sangat berlebihan.  Respon rasa takut yang muncul bersifat tidak normal terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya dan memunculkan reaksi yang berlebihan.   Jadi tidak semua ketakutan pada sesuatu dapat dikatakan sebagai phobia.

Kita mungkin merasa heran pada seseorang yang begitu takutnya pada seekor hewan kecil yang, menurut kita, sangat tidak mungkin dapat mencelakakan.  Kita juga mungkin merasa heran pada seseorang yang sedemikian takutnya pada tempat atau situasi tertentu yang, menurut kita, sangatlah “biasa saja”.  Tetapi kenyataannya orang dapat memiliki phobia terhadap sesuatu yang menurut orang lain sangat tidak masuk akal.

Lantas kapankah, atau respon dan reaksi seperti apa yang dimiliki seseorang sehingga dapat dikatakan bahwa dia mengalami phobia?

Secara umum kita dapat mengatakan bahwa seseorang memiliki phobia apabila orang tersebut memiliki gejala-gejala :

  • Perasaan panik, takut, ngeri, mencekam, atau terancam yang sangat besar.
  • Menganggap sesuatu sebagai menakutkan yang diluar batas-batas kewajaran dan ancaman bahaya yang sebenarnya.
  • Reaksi yang bekerja secara otomatis dan diluar kendali dirinya, yang mengambil alih pikiran sadar (pikiran logisnya).
  • Reaksi-reaksi fisik yang berkaitan dengan rasa takut yang amat sangat : detak jantung yang cepat, nafas yang terengah (pendek-pendek), gemetar, dan dorongan yang sangat kuat untuk menghindar.
  • Tindakan berlebihan (ekstrim) yang dilakukan untuk menghindari/menjauhi/lari dari objek atau situasi yang menakuti.  Orang-orang dengan phobia akan melakukan upaya-upaya yang keras untuk menghindar dari apa yang memicu phobianya.

Gejala-gejala (symptomp) yang terjadi seperti tersebut memang menunjukkan ketakutan yang berlebihan, irasional dan selalu muncul (persistent) setiap kali berhadapan dengan unsur pemicunya.

Nah, apabila seseorang mengalami gejala-gejala seperti itu ketika berhadapan/ bertemu/ diperlihatkan/ membayangkan suatu objek atau situasi tertentu, maka dapat dikatakan bahwa dia memiliki phobia.  Dan ternyata phobia ini dapat menjangkiti orang-orang di seluruh belahan dunia, baik laki-laki ataupun perempuan, baik tua maupun muda, semua lapisan dapat saja memiliki phobia tertentu.  Anggapan bahwa phobia hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja tidaklah benar.

Macam-macam Phobia

Phobia yang paling umum dialami oleh orang-orang di seluruh dunia dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis phobia, yaitu social phobia, specific phobia, dan agoraphobia.

1. Social Phobia

Adalah ketakutan terhadap suasana sosial tertentu.  Pada tingkatan tertentu, orang yang memiliki phobia ini akan menghindari tempat, acara, keramaian, orang-orang yang mungkin dapat memunculkan reaksi kepanikan dalam dirinya.

Orang dengan social phobia memiliki ketakutan akan diperhatikan atau dipermalukan saat dia sedang melakukan sesuatu di depan orang-orang lain.  Kegiatan-kegiatan dilakukan bisa yang bersifat biasa saja, misalnya menandatangani cek atau makan.  Yang paling umum adalah ketakutan bicara di depan publik.  Banyak orang yang mengalami ketakutan seperti ini dimana mereka merasa takut dan menghindar dari interaksi-interaksi antar personal.  Tentunya ini menjadi suatu hambatan bagi mereka saat harus sekolah, bekerja atau bersosialisasi.

Social phobia umumnya mulai muncul disaat remaja dan bisa melekat sepanjang usia apabila tidak ditangani dengan baik.

2. Agoraphobia

Agoraphobia adalah ketakutan berada sendirian dalam suatu tempat atau situasi tertentu dimana tampaknya dia akan sulit untuk bisa keluar dari sana atau dia tidak bisa mendapatkan pertolongan.  Orang-orang dengan agoraphobia akan menghindari tempat-tempat tertentu, misalnya jalan raya yang ramai, jembatan, atau di dalam pertokoan yang ramai.  Beberapa bahkan sedemikian ketakutannya sehingga dia tidak akan berani meninggalkan rumahnya tanpa perasaan yang sangat tertekan atau tanpa didampingi oleh orang lain (teman atau anggota keluarga yang lain).

3. Specific Phobia

Sesuai dengan namanya, orang-orang dengan specific phobia ini memiliki ketakutan yang irasional akan suatu objek atau situasi tertentu.  Ketakutan akan objek atau situasi tertentu ini memunculkan kecemasan, kegelisahan dan kadang dapat memunculkan serangan panik (panic attack).  Phobia ini meliputi ketakutan pada binatang, lingkungan alam, objek dan situasi tertentu, diantaranya :

  • Takut pada binatang tertentu, dapat mencakup hewan peliharaan, hewan liar, dan serangga.  Misalnya: ketakutan terhadap laba-laba (arachnopobhia),  ketakutan terhadap ular (ophidiophobia), ketakutan terhadap burung  (ornithophobia),  ketakutan terhadap lebah (apiphobia), ketakutan terhadap kucing (ailurophobia), ketakutan terhadap anjing (cynophobia), dan lainnya.
  • Takut pada lingkungan alam : mencakup ketakutan pada bencana alam dan juga ketakutan berada di tempat-tempat yang tidak stabil dalam suatu lingkungan.
  • Ketakutan pada darah/jarum suntik/luka : mencakup ketakutan melihat darah dari orang lain dan juga ketakutan mengalaminya.
  • Ketakutan pada situasi, mencakup takut melakukan perjalanan dengan kendaraan dan juga claustrophobia (takut berada di ruangan tertutup).
  • Ketakutan-ketakutan lain, mencakup ketakutan mati karena suatu penyakit, dan ketakutan terhadap sensasi-sensasi fisik lainnya.

Phobia bukan hanya sekedar ketakutan yang berlebihan, tetapi juga irasional. Orang-orang dewasa yang memilikii phobia sebenarnya menyadari bahwa ketakutan mereka adalah irasional, tetapi mereka tetap tidak mampu mengendalikan pikirannya, tidak mampu menghadapi atau bahkan memikirkan tentang berhadapan dengan objek atau situasi yang menjadi sumber ketakutannya.

Specific Phobia menghinggapi lebih dari 1 dari 10 orang di dunia ini.  Biasanya muncul pertamakali pada usia remaja atau pada orang dewasa.  Muncul secara tiba-tiba dan cenderung lebih bersifat bertahan lama dibandingkan phobia yang terjadi pada anak-anak.  Hanya sekitar 20% phobia yang terjadi di usia dewasa akan hilang dengan sendirinya.

Saat seorang anak memiliki specific phobia, misalnya ketakutan kepada binatang, ketakutan tersebut biasanya akan hilang seiring berjalannya waktu, seklipun ada juga yang berlanjut hingga ke masa dewasa.  Tidak ada yang tahu pasti mengapa itu bisa terus berada pada beberapa orang sementara menghilang pada orang yang lain.

(Dari berbagai sumber)

Lantas, apa yang menyebabkan seseorang bisa memiliki phobia dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana menghilangkannya?

Baca juga  Phobia : Penyebab dan Penanganannya