Taat Pribadi: Antara Belief dan Sifat Serakah Manusia

Mungkin banyak yang heran dengan begitu banyaknya orang yang menjadi korban penipuan Taat Pribadi (yang konon memiliki gelar Kanjeng Dimas itu). Terlebih ternyata mereka tertipu dalam jumlah yang sangat besar dan bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali dalam rentang waktu yang panjang pula.

Apa sebenarnya yang membuat begitu banyak orang yang tertipu?

Benarkah apa yang dilakukan taat pribadi adalah salah satu bentuk hipnotis?

Taat Pribadi

Taat Pribadi merupakan penipu kelas kakap yang berhasil meraup uang dalam jumlah yang sangat besar, terlebih bagi seorang yang dikatakan memiliki kecerdasan biasa-biasa saja. Dan memang, seorang penipu tidak harus memiliki kecerdasan tinggi, yang dibutuhkan hanyalah kemampuan untuk meyakinkan orang-orang yang hendak ditipu. Juga kemampuan untuk memelihara keyakinan yang sudah tertanam, serta menjaga agar rahasia dibalik penipuan yang dilakukan tidak sampai bocor.

Mengapa saya katakan kelas kakap?
Karena penipuan yang dilakukannya juga berhasil menyasar mereka-mereka yang tergolong orang-orang besar, dan hingga ke kalangan masyarakat atas. Korbannya mulai dari kalangan masyarakat biasa hingga ke petinggi-petinggi negeri.

Bukankah itu luar biasa?

Bagi saya, apa yang dilakukan Taat Pribadi bukanlah suatu hal yang luar biasa. Yang luar biasa bagi saya adalah justeru para korbannya. Bayangkan, mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar, melakukan ritual-ritual yang menyita waktu, tunduk pada peraturan-peraturan dan tatacara yang diperintahkan, bahkan seakan mengabaikan diri sendiri dan keluarga. Semua itu rela mereka lakukan hanya untuk mendapati bahwa diri mereka telah dibodohi dan diperdaya.

Mengapa?
Apakah mereka telah kena gendam atau terhipnotis?

Seorang Taat Pribadi mungkin saja belum pernah belajar gendam, atau sama sekali tidak mengerti hipnotis. Tetapi saya bisa mengatakan bahwa para korbannya memang telah terhipnotis. Mereka telah terhipnotis dengan sangat kuat. Logika dan nalar mereka menjadi lumpuh. Banyak diantara mereka yang merupakan orang-orang pintar, berpendidikan tinggi, bahkan pejabat dan petinggi negeri. Mereka mau melakukan hal-hal yang diperintahkan dan dipersyaratkan, termasuk menyerahkan uang dalam jumlah besar sebab mereka telah terhipnotis.

Bagaimana mereka bisa terhipnotis? Ada dua hal utama yang menyebabkan mereka terhipnotis.

Pertama adalah belief atau kepercayaan yang tertanam dalam diri mereka.  Belief apa sajakah?  Tentu saja kepercayaan adanya kemampuan diluar logika manusia yang dimiliki oleh orang-orang tertentu.  Kepercayaan seperti itu dimiliki oleh mayoritas, jika tidak bisa dikatakan seluruhnya, dari masyarakat kita.  Ada kepercayaan yang kuat tertanam bahwa bagi orang-orang tertentu yang diberi keistimewaan oleh tuhan bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kewajaran.   Misalnya menarik benda-benda pusaka ghaib yang terpendam di tanah, memasukkan benda-benda padat ke dalam tubuh seseorang secara ghaib, menahan atau memindahkan hujan, menggandakan (mengadakan) uang, mendatangkan keberkahan atau malapetaka, dan sebagainya.  Masyarakat umumnya masih percaya bahwa kemampuan-kemampuan seperti itu bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu.

Atas dasar itu para korban percaya sekali bahwa Taat Pribadi adalah orang yang memiliki keistimewaan mendatangkan uang secara ghaib.  Apalagi mereka melihat sendiri, baik secara langsung ataupun melalui rekaman video yang banyak beredar, bagaimana Taat Pribadi mampu mengeluarkan tumpukkan uang dari belakang tubuhnya.  Taat Pribadi hanyalah melakukan demonstrasi mengeluarkan uang dalam jumlah banyak (dengan trik-trik tertentu) dan memiliki orang-orang yang “membenarkan” keistimewaannya.  Tanpa dasar adanya kepercayaan terhadap hal-hal mistik dan ghaib, tentu para korban tidak akan bisa diperdaya.  Taat pribadi dan anak buahnya hanya memperkuat saja belief yang sudah ada.

Kedua, adalah sifat serakah.  Adalah suatu sifat yang juga dimiliki oleh hampir semua orang.  Diakui atau tidak, orang cenderung ingin mendapatkan sesuatu sebanyak-banyaknya atau sebesar-besarnya, sekalipun sebenarnya dia tidak membutuhkannya.

Apakah anda sudah merasa cukup dengan apa yang anda miliki saat ini?  Apakah anda tidak menginginkan lebih banyak lagi?    Bagaimana jika yang anda miliki bisa berlipat ganda hingga sepuluh, seratus, bahkan seribu kali dari yang ada saat ini? Bagaimana jika untuk mendapatkan itu anda tidak harus bersusah payah bekerja?  Apakah anda tertarik?

Siapa yang tidak tertarik dengan hal itu?  Bahkan jika anda saat ini adalah seorang miliuner, triliuner, atau orang terkaya di dunia sekalipun, anda pasti masih ingin menambah lagi kekayaan anda jika peluang untuk itu masih ada.  Bukankah begitu ?

Lihatlah para korban Taat Pribadi.  Apakah mereka orang-orang miskin?  Mungkin ada sebagiannya, tetapi bukankah mereka harus membayar dalam jumlah yang bagi orang miskin itu bukanlah jumlah yang sedikit ?  Kebanyakan justeru mereka-mereka yang memiliki uang jutaan, puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah.  Bukankah uang puluhan, ratusan juta bahkan miliaran itu mereka serahkan karena mengharapkan uangnya akan berlipat ganda? Itulah keserakahan.

Sekali lagi, Taat Pribadi hanyalah melakukan demonstrasi mengeluarkan uang dalam jumlah banyak (dengan trik-trik tertentu) dan memiliki orang-orang yang “membenarkan” keistimewaannya.  Tanpa dasar adanya sifat serakah, tentu para korban tidak akan bisa diperdaya.  Taat pribadi dan anak buahnya hanya memperkuat saja sifat serakah yang sudah ada.

Memang ada faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam menjadikan begitu banyak korban penipuan Taat Pribadi, tetapi kedua faktor (belief dan keserakahan) adalah yang utama dari semuanya.

Jika ada yang mengatakan bahwa orang yang memiliki hati yang bersih lebih sulit untuk terkena gendam atau kejahatan hipnotis, saya pikir itu ada benarnya juga.  Sebab salah satu pintu masuk bagi para penjahat hipnotis adalah melalui sifat serakah yang ada dalam diri seseorang.

Taat Pribadi mungkin tidak pernah belajar gendam atau hipnotis, tetapi para korbannya jelas telah terhipnotis. Dan itu karena dua hal utama: belief dan nafsu serakah.