Ujian Nasional : Berikan Keyakinan Bukan Ketakutan

tanda-un

Ujian Nasional (UN) sempat ditetapkan menjadi ujian akhir yang hasilnya digunakan untuk menentukan kelulusan siswa.  Dan meskipun kini bukan lagi menjadi satu-satunya penentu, UN tetap dipandang sebagai sesuatu yang sangat menentukan.

Tentu saja UN menjadi suatu tahap yang sangat penting bagi siswa.  Jika nilai hasil UN mencapai nilai minimum yang ditetapkan, artinya mereka akan dinyatakan berhasil dan berhak dinyatakan Lulus serta bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.  Jika tidak, mereka terpaksa harus mengulang lagi bersekolah di tingkat yang sama atau mengikuti ujian susulan (perbaikan) yang disediakan.  Nilai UN juga dijadikan sebagai acuan bagi penerimaan siswa jika mereka ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  Artinya kalaupun mereka telah dinyatakan lulus, belum tentu juga mereka akan diterima di jenjang yang lebih tinggi pada sekolah yang sesuai dengan yang mereka inginkan bila nilai UN tidak memenuhi standar yang diberlakukan pada masing-masing sekolah atau lembaga pendidikan tersebut.

Kondisi ini menjadikan setiap siswa, orangtua, dan juga pihak sekolah memberikan perhatian yang sangat khusus dalam persiapan menghadapi UN agar mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan yang diharapkan.  Semua sangat berkepentingan terhadap UN. Semua seakan berlomba untuk mendapatkan hasil terbaik, agar bisa lulus, bisa diterima di sekolah lanjutan atau perguruan tinggi yang diinginkan.  Dan pihak sekolahpun berlomba ingin mendapatkan “keharuman nama” atas prestasi nilai UN dari siswa-siswinya.  Maka berbagai upaya pun dilakukan untuk mencapai semua itu, baik dengan cara yang halal, ataupun ada juga yang dengan menghalalkan berbagai cara.  UN seakan menjelma menjadi ajang pertempuran yang menentukan hidup dan mati.

Read more Ujian Nasional : Berikan Keyakinan Bukan Ketakutan